Selasa, 07 Agustus 2012

Berita Emiten - ADRO- MEDC- FREN- CPRO

ADRO telah keluarkan dana sebesar USD 52,2 juta untuk PLTU 2X30 MW

Selama kuartal II-2012, PT Adaro Energy Tbk (ADRO) telah mengeluarkan biaya sebesar USD 52,2 juta untuk membiayai sejumlah proyek infrastruktur. Proyek-proyek itu antara lain sistem peremukan dan pengangkutan lapisan penutup, pembangkit listrik di mulut tambang berkapasitas 2X30 MW, serta peningkatan kapasitas. Tahun ini, perseroan merevisi target produksi batubara menjadi 48-51 juta ton dari semula 50-53 juta ton.

MEDC beli 25% kepemilikan Bloc Reliance Exploration and Production di Yaman

PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melalui anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya, yaitu Medco Yemen Malik Ltd., telah menandatangani perjanjian jual beli dengan Reliance Exploration and Production (Rep) DMCC untuk membeli 25% hak kepemilikannya di Block 9, Yaman pada 5 Juli 2012. Adapun tanggal keekonomian berlaku efektif pada 1 Januari 2012. Medco Energi dan RepDMCC sedang dalam proses penyelesaian SPA (Completion).

Setelah selesainya prasyarat dari transaksi ini antara lain mendapatkan persetujuan dari Kementerian Minyak dan Mineral Yaman, Medco Energi secara efektif akan memiliki 21,25% hak kepemilikan (setelah memperhitungkan pembagian yang dilakukan secara proporsional dari kepemilikan di Yemen Oil and Gas Company). Sehingga struktur kepemilikan di dalam Block 9 production sharing agreement antara lain Cavalley Petroleum (Cyprus) Ltd sebesar 42,50%, Medco Yemen Malik Ltd. 21,25%, Hood Oil Limited sebesar 21,25%, dan YOGC sebesar 15%.

Rugi bersih FREN pada Semester I 2012 naik 4%

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) membukukan Rugi bersih sebesar Rp 674,29 miliar atau Rp (37,98) per saham pada Semester I 2012. Rugi bersih Semester I 2012 menunjukan naik 4% bila dibandingkan dengan Rugi bersih pada Semester I tahun lalu sebesar Rp 648,51miliar atau Rp (94,7) persaham. Hal ini disebabkan oleh Beban perseroan mengalami peningkatan dari Rp 1,35 triliun menjadi Rp 1,50 triliun. Pendapatan Pokok perseroan mengalami kenaikan dari Rp 445,18 miliar menjadi Rp 670,25 miliar.

Rugi bersih perseroan mengalami kenaikan sebesar 4%, sedangkan EPS (Rugi bersih persaham / Earning Per share) mengalami penurunan sebesar 59,29%, ini disebabkan adanya Right issue pada tahun 2012, sehingga jumlah saham perseroan yang beredar lebih banyak.


Rugi bersih CPRO pada Semester I 2012 melonjat 140%

PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) membukukan Rugi bersih sebesar Rp 485 miliar atau Rp (12) per saham pada Semester I 2012. Rugi bersih Semester I 2012 menunjukan meningkat 140% bila dibandingkan dengan Rugi bersih pada Semester I tahun lalu sebesar Rp 201,7 miliar atau Rp (5) persaham. Hal ini disebabkan oleh Kerugian kurs pada semester I tahun ini sebesar Rp 195,35 miliar, sedangkan pada tahun lalu perseroan mengalami Keuntungan Kurs senilai Rp 165,24 miliar. Pendapatan Pokok perseroan mengalami menurun dari Rp 3,63 triliun menjadi Rp 3,53 triliun. Beban Pokok perseroan mengalami penurunan dari Rp 3,38 triliun menjadi Rp 3,08 triliun.