SMGR akan akuisisi 2 pabrik di Myamar dan Thailand
PT Semen Gresik Tbk (SMGR) akan mengakuisisi 2 pabrik di Myanmar dan Thailand. Perseroan menyiapkan dana segar sebesar USD 300 juta. Perseroan akan membentuk joint venture dengan pabrik semen di di Myanmar berkapasitas 1 juta ton. Sedangkan perseroan akan membangun pabrik baru di Thailand. Investasi di Myanmar membutuhkan dana USD 100 juta atau setara Rp 1,5 triliun.
Sedangkan sisanya, untuk kepentingan membangun pabrik baru di Thailand. Langkah tersebut untuk memperkuat posisi SG di pasar Asean setelah kini menjadi leader di tingkat nasional. Semen Gresik juga akan membangun 2 pabrik baru di Jawa Tengah dan Sumatera dengan kapasitas produksi masing-masing 3 juta ton per tahun. Pada 2015 produksi SG Grup secara total diestimasikan bisa tembus 33 juta ton. Untuk memperkuat jaringan distribusi, SG telah mengoperasikan 8 buah pelabuhan dan 7 buah packing plant di seluruh Indonesia.
PTBA kerjasama dengan PLN untuk bangun PLTU 2 X 600 MW
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) bekerja sama dengan Tenaga Nasional Berhad, perusahaan listrik nasional Malaysia, dan PT PLN (Persero) akan membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulut tambang di Peranap, Riau, dengan kapasitas terpasang 2×600 megawatt. Sebagian listrik yang dihasilkan PLTU tersebut akan diekspor ke Malaysia melalui kabel transmisi bawah laut. Sebanyak 50% daya listrik sisanya yang dihasilkan PLTU tersebut akan dipasok ke domestik di Sumatera.
PGAS telah habiskan dana sebesar USD 150 juta untuk bangun FSRU
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) telah menghabiskan dana USD 150 juta atau setara dengan 10% dari target investasi pengembangan terminal gas alam cair (floating storage and regasification unit/FSRU) mencapai USD 1,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan FSRU di Jawa Barat dan Lampung. Terminal ini ditargetkan beroperasi pada 2014 dengan kapasitas sekitar 1,5-2 juta ton per tahun.
Perseroan ingin ikut terlibat dalam pembangunan infrastruktur pipa Trans Jawa yang menhubungkan Jawa Barat dan Jawa Timur. Perseroan menyiapkan Rp 2 triliun untuk ikut berinvestasi di proyek pipa transmisi tersebut.